Sebuah efek induktif
adalah tarikan kerapatan elektron melalui obligasi σ disebabkan
oleh perbedaan elektronegativitas dalam atom. Ketika kerapatan
elektron ditarik jauh dari muatan negatif melalui obligasi σ (sigma) oleh atom
yang sangat elektronegatif, ini disebut sebagai penarik elektron efek induktif.
atom elektronegatif lebih menstabilkan wilayah kerapatan elektron tinggi oleh
penarik elektron efek induktif. Semakin keelektronegatifan atom dan semakin
dekat untuk situs muatan negatif, semakin besar efeknya.
Selain itu efek
induksi juga disebut Polarisasi satu ikatan yang disebabkan oleh polarisasi
ikatan
tetangga.
Ikatan C-C dalam etana adalah nonpolar
sempurna karena ikatan tersebut
menghubungkan dua atom yang ekuivalen. Akan tetapi ikatan C-C dalam kloroetana
terpolarisasi oleh adanya atom klor elektronegatif. Polarisasi ini sebenarnya adalah
jumlah dari dua efek. Pertama, atom C-1 telah kekurangan sejumlah kerapatan
elektronnya oleh elektronegativitas Cl
yang lebih besar, diganti secara parsial oleh
ikatan C-C yang ada didekatnya
mengakibatkan polarisasi ikatan ini dan suatu muatan positif kecil pada atom C-2.
Efek induksi tidak hanya dirasakan oleh ikatan tetangga, namun dapat pula berpengaruh
sampai ikatan yang lebih jauh. Efek ini
berkurang dengan bertambahnya jarak. Polarisasi ikatan C-C menyebabkan pula sedikit
polarisasi tiga ikatan C-H metil.
dalam isomer 13 dan 14, efek induksi atom klor terhadap posisi elektron-elektron di dalam gugus COOH (dan oleh karenanya juga terhadap
keasamannya) seharusnya sama
karena
keterlibatan ikatannya juga sama. Posisi gugus menentukan besarnya efek induksi
yang diberikan.
Gugus
fungsi dapat dikelompokkan sebagai gugus penarik elektron (-I) dan gugus pendorong elektron (+I) relatif terhadap atom hidrogen. Dimana, efek induksi bekerja melalui ruang dan
ikatan sigma. Makin jauh letak gugus/atom yang memiliki efek induksi, makin
kecil pengaruhnya terhadap polarisasi ikatan.
“Gugus CH3 mempunyai efek induksi mendorong elektron,
diberi simbol +I”. dimana, pada asam etanoat terdapat gugus metil yang mempunyai kemampuan mendorong elektron ikatan melalui
ikatan sigma sehingga
atom O menjadi relatif makin negatif, akibatnya atom H sukar lepas sebagai H+,
asamnya menjadi lebih lemah. Hal inilah yang menyebabkan Asam metanoat lebih asam dari asam etanoat. Sedangkan, pada Asam alfamonoflouroetanoat terdapat gugus F yang mempunyai kemampuan
menarik elektron ikatan melalui ikatan sigma sehingga atom O menjadi relatif
makin positif, akibatnya atom H makin mudah lepas sebagai H+,
asamnya menjadi lebih kuat. “Gugus F mempunyai efek induksi menarik elektron diberi simbol -I. Sehingga, Asam alfamonoflouroetanoat
lebih asam dari asam metanoat.
Daftar Pustaka
Firdaus. 2009. Kimia Organik Fisis 1. Makassar :
Universitas Hasanuddin.
https://www.scribd.com/doc/146670056/resonansi-efek-induksi
Ratnaningsih.staf.upi.edu/files/2011/08/LEC-2efek-induksi.ppt