Kimia organik fisik
merupakan salah satu cabang ilmu yang mengkaji suatu senyawa ditinjau dari
aspek fisiknya. Dimana, dengan adanya pengkajian aspek fisik dari suatu molekul
organik maka dapat diketahui rancangan sintesa molekul organik tersebut. Proses ini dilakukan dengan adanya hubungan
mensintesis senyawa dan pemanfaatannya yang salah satunya dalam bidang farmasi.
Selain itu, dalam mempelajari kimia organik fisik, kita dapat mengetahui mekanisme
reaksi kimia organik dan efek perubahan perubah-perubahan reaksi, terutama
struktur reaktan pada reaktivitasnya dalam reaksi-reaksi. pada kimia organik
fisik salah satunya adalah mempelajari struktur molekul senyawa organik. Dimana,
kita dapat mengatehui pengaruh suatu struktur molekul dalam senyawa orgaanik
dan pengaplikasiannya dalam kehidupan. Pembahasan kali ini, menjelaskan tentang
konsep-konsep untuk mempelajari struktur molekul senyawa organik dengan
gamabaran secara umumnya.
Adapun konsep-konsep yang diperlukan dalam mempelajari
struktur molekul senyawa organik antara lain:
- Elektronegativitas
Elektronegativitas didefinisikan oleh linus pauling sebagai
kekuatan atau kemampuan atom menarik elektron-elektronnya dalam dirinya sendiri
dalam suatu molekul. Hal ini menunjukkan bahwa eletronegativitas bukanlah
merupakan sifat yang berhubungan dengan atom secara terisolasi melainkan atom
dalam senyawanya. Semakin tinggi elektronegativitas suatu atom, semakin kuat
gaya tarik elektron yang berikatan.
-
Ikatan Hidrogen
Ikatan hidrogen adalah
sebuah interaksi tarik-menarik (dipol-dipol) antara atom yang bersifat
elektronegatif dengan ato hidrogen yang terikat pada atom lain yang juga
bersifat elektronegatif. Sehingga,
ikatan hidrogen tidak hanya terjadi pada satu molekul, melainkan bisa antara
molekul satu dengan molekul lainnya. Ikatan hidrogen selalu melibatkan atom
hidrogen.
- Gaya Van der Waals
Gaya Van der Waals terjadi akibat interaksi antara
molekul-molekul non-polar (Gaya London), antara molekul-molekul polar (Gaya
dipol-dipol) atau antara molekul non-polar dengan molekul polar (Gaya
dipol-dipol terinduksi).
- Polarizabilitas
Pergerakan
elektron yang mengakibatkan dipol sesaat dalam suatu molekul akan bertambah
besar apabila molekul tersebut memiliki jumlah elektron yang semakin besar
pula. Pergerakan elektron yang mengakibatkan dipol sesaat dalam suatu molekul
disebut polarisabilitas.
- Gugus fungsi
Gugus fungsi adalah
kelompok tertentu atom atau ikatan dalam senyawa yang bertanggung jawab untuk
karakteristik reaksi kimia senyawa itu.
- Efek induksi
Sebuah efek induktif adalah tarikan kerapatan elektron
melalui obligasi σ disebabkan oleh perbedaan
elektronegativitas dalam atom.
- Resonansi
Secara singkat resonansi dapat dikatakan
dengan suatu senyawa kimia yang strukturnya sama tetapi konfigurasi elektronnya
berbeda. Struktur resonansi, menggambarkan molekul, ion, radikal dan ion yang
tidak cukup digambarkan hanya dengan sebuah struktur lewis, melainkan harus dengan dua atau
lebih struktur Lewis. Sehingga dapat mewakili struktur molekul, radikal atau
ion dalam bentuk hibridisasinya.
- Hiperkonjugasi
Hiperkonjugasi merupakan
delokalisasi yang melibatkan elektron σ. Hiperkonjugasi disebut juga resonansi
tanpa ikatan. Secara singkat efek hiperkonjugasi merupakan perubahan dari suatu
ikatan C-H menjadi ikatan C=C atau C≡C oleh Hα. Hiperkonjugasi dapat
meningkatakan kestabilan molekul dengan semakin banyaknya Hα maka suatu molekul
tersebut akan semakin stabil.
- Tautomeri
Peristiwa perpindahan atom H pada atom O, S, N yang diikuti dengan
pergantian ikatan tunggal dengan ikatan ganda disebelahnya.Tautomerisasi adalah
isomer-isomer yang berbeda satu dengan lainnya hanya pada posisi ikatan rangkap
dan sebuah atom hidrogen yang berhubungan.
- Regangan Ruang
Regangan ruang adalah
besarnya regangan pada struktur senyawa kimia berbentuk siklik untuk
menunjukkan seberapa besarnya regangan ruang dari cicin siklik tersebut. Senyawa
siklik membentuk cincin datar. Bila sudut ikatan dalam senyawa siklik
menyimpang dari sudut ikatan tetrahedral maka molekulnya mengalami regangan yang
biasa dikenal dengan teori Regangan Beyer.
Daftar Pustaka
Bisakah dijelaskan bagaimana ketertarikan kerapatan elektron melalui obligasi σ disebabkan oleh perbedaan elektronegativitas dalam atom ?
BalasHapusTerima Kasih atas pertanyaanya. Ketika kerapatan elektron ditarik jauh dari muatan negatif melalui obligasi σ (sigma) oleh atom yang sangat elektronegatif, ini disebut sebagai penarik elektron efek induktif. atom elektronegatif lebih menstabilkan wilayah kerapatan elektron tinggi oleh penarik elektron efek induktif. Semakin keelektronegatifan atom dan semakin dekat untuk situs muatan negatif, semakin besar efeknya.
HapusArtikel yang sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan ������
BalasHapusalhamdulillah. terima kasih atas komentarnya. semoga bermanfaat dan jangan bosan mengunjungi blog saya
Hapusmaaf bisakah saudari memberikan contoh tentang resonansi dan hiperkoyugasi, terima kasih
BalasHapusArtikelnya sangat membantu
alahamdulillah...terima kasih atas komentarnya. menurut saya, Contoh resonansi dapat kita lihat dari Resonansi senyawa benzena. struktur benzena terdapat ikatan antar C yang berupa ikatan tunggal dan ikatan rangkap. Dimana akan terjadi Fenomena panjang ikatan dan energi penstabilan pada struktur benzen karena adanya pergeseran/delokalisasi elektron ikatan pi. Fenomena ini yang biasa dikenal dengan resonansi. Elektron yang dapat terdelokalisasi tidak hanya elektron ikatan pi tetapi juga pasangan elektron bebas pada atom yang terikat pada atom yang mengandung ikatan rangkap. Dengan adanya resonansi maka benzena mempunyai bentuk-bentuk resonansi.
HapusContoh Hiperkonjugasi dapat dilihat dari senyawa Butena dan 2-metil propena. Hiperkonjugasi terjadi karena adanya delokalisasi elektron sigma (σ) antara Cα dan Hα. Cα adalah atom C yang berdampingan dengan C yang berikatan rangkap, sedangkan Hα adalah atom H yang terikat pada atom Cα. Pada butena hanya terdapat 2 atom Hα yang mungkin mengalami hiperkonjugasi, sedangkan pada 2-metil propena terdapat 6 atom Hα. Makin banyak kemungkinan hiperkonjugasinya maka senyawa alkena semakin stabil.
jangan bosan mengunjungi blog saya :)
materinya sangat bermanfaat namun belum terperinci. sehingga, hanya gambaran umumnya saja. semoga untuk selanjutnya lebih dilengkapi.
BalasHapusterima kasih telah mengunjungi blog saya. saraannya sangat baik sekali. semoga dapat bermanfaat :)
Hapusterima kasih atas ilmunya, mungkin sedikit saran untuk menambahkan/melengkapinya dengan contoh pada masing2 pokok bahasannya. terima kasih:)
BalasHapusterima kasih kembali telah mengunjungi blog saya dan atass sarannya yang sangat baik sekali. jangan bosan mengunjungi blog saya:)
Hapusgambaran umum yang dijelaskan sudah sangat lengkap. namun, akan lebih baik jika pemaparannya diberikan gambar yang menunjang materinya. terima kasih
BalasHapusterima kasih kembali atas sarannya dan jangan bosan mengunjungi blog saya
Hapus