Senin, 05 Desember 2016

GAYA VAN DER WAALS




Pada awal abad ke-20 ahli fisika Belanda, Johannes Van Der Waals meneliti interaksi antarmolekul senyawa nonpolar dan senyawa polar yang tidak memiliki ikatan hidrogen. Menurut Van Der Waals, interaksi antarmolekul tersebut mengahsilkan suatu gaya antarmolekul yang lemah. Gaya ini dikenal sebagai ikatan Van Der Waals. Istilah Van Der Waals pada awalnya merujuk pada semua jenis gaya antar molekul, tetapi saat ini lebih umum merujuk pada gaya-gaya yang timbul dari polarisasi molekul menjadi dipol. Oleh karena itu, Ikatan Van Der Waals lebih tepat jika diistilahkan sebagai Gaya Van Der Waals
        Gaya van der Waals dalam ilmu kimia merujuk pada jenis tertentu gaya antar molekul. Istilah ini pada awalnya merujuk pada semua jenis gaya antar molekul, dan hingga saat ini masih kadang digunakan dalam pengertian tersebut, tetapi saat ini lebih umum merujuk pada gaya-gaya yang timbul dari polarisasi molekul menjadi dipol.

Klasifikasi Gaya Van der Waals
Gaya dipol-dipol
Gaya dipol-dipol adalah gaya tarik menarik yang terjadi antara molekul polar. Sebuah molekul hidrogen klorida memiliki atom hidrogen sebagian positif dan atom klor sebagian negatif. Dalam kumpulan banyak molekul hidrogen klorida, mereka akan mensejajarkan diri agar daerah bermuatan sebaliknya dari molekul tetangga berdekatan satu sama lain.
 
Gaya Dispersi London
Gaya dispersi juga dianggap sebagai jenis van der Waals dan yang paling lemah dari semua gaya antarmolekul. Mereka sering disebut Gaya London setelah Fritz London (1900-1954), yang pertama kali mengajukan keberadaan mereka pada tahun 1930. Gaya dispersi London adalah gaya antarmolekul yang terjadi antara atom dan antara molekul nonpolar akibat gerakan elektron.
Awan elektron dari atom helium berisi dua elektron, yang biasanya diperkirakan akan merata secara spasial di sekitar inti. Namun, pada saat tertentu distribusi elektron mungkin tidak merata, sehingga timbul dipol sesaat. Dipol lemah dan sementara ini kemudian mempengaruhi atom tetangga helium melalui tarik dan tolakan elektrostatik. Ini akan menginduksi dipol atom helium terdekat (lihat Gambar di bawah).
Dipol sesaat dan akan menginduksi secara lemah tertarik satu sama lain. Gaya dispersi meningkat seiring jumlah elektron dalam atom atau molekul nonpolar yang meningkat.

Gaya dipol-dipol terinduksi

Molekul polar dapat menginduksi molekul non polar, hingga terbentuk molekul polar terinduksi. Keduanya dapat tarik menarik. Dengan demikian, gaya induksi terjadi antara molekul polar dengan non polar. Contoh :  Antara HCl (molekul polar) dengan Cl2 (molekul nonpolar).



Klasifikasi Gaya Van der Waals
a.       Jumlah electron dalam atom atau molekul
b.      Bentuk molekul
c.       Kepolaran molekul
d.      Jenis Dipol

DAFTAR PUSTAKA

10 komentar:

  1. Terima kasih pstingannya, sangat bermanfaat :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih kembali telah mengunjungi blog saya:)

      Hapus
  2. mohon maaf saya ingin bertanya, bagaimana pengaruh jenis dipol terhadap gaya van der waals?

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih atas pertanyaanya. jenis dipol pada gaya van der waal terbagi menjadi dipol permanen dan dipol sesaat.Gaya van der waals yang terjadi antara molekul yang memiliki dipol permanen lebih kuat dibandigkan gaya van der waals yang terjadi antara molekul akibat dipol sesaat. conothnya, Molekul CH3CH3 dan CH3F.dimana,Keduanya memilki jumlah elektron yang sama dan ukuran molekulnya hampir sama.Tetapi faktanya menunjukkan titik didih CH3F lebih tinggi dibanding CH3CH3. Hal ini karena molekul CH3F memiliki dipol permanen sedangkan molekul CH3CH3 hanya terjadi dipol sesaat.

      Hapus
  3. materinya sangat membantu dalam media pembelajaran, namun akan lebih baik lagi jika materinya dilengkapi secara terperinci. terima kasih:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih atas sarannya. jangan bosan mengunjungi blog saya :)

      Hapus
  4. bisakah anda jelaskan tentang jumlah elektron yang mempengaruhi gaya van der waals?

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih atas pertanyaanya. pengaruh jumlah elektron yaitu Makin besar ukuran atom atau molekul, makin besar jumlah elektron sehingga makin jauh pula elektron terluar dari inti dan makin mudah awan elektron terpolarisasi, serta makin besar gaya dispersi yang merupakan salah satu jenis gaya van der waals.

      Hapus
  5. Terima kasih atas ilmu yang diberikan sangat bermanfaat sekali bagi saya, kalau bisa mohon untuk lebih ditambahkan lagi ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. terima kasih kembali atas sarannya. jangan bosan mengunjungi blog saya:)

      Hapus