Pada materi
ini akan membahas tentang polarisibilitas. Dimana, polarisibilitas terjadi
karena adanya pergerakan antar elektron dalam suatu molekul yang menyebabkan terjadinya
dipol sesaat. Selain itu, polarisibitass juga dikenal dengan keadaan dimana
suatu molekul mengalami kemudahan untuk menghasilkan dipol sesaat yang dapat
mengimbas ke molekul disekitarnya. Dipol sesaat terjadi karena adanya
pergerakan elektron mengelilingi atom/molekul, maka ada
saat-saat tertentu dimana elektron akan "berkumpul" (terkonsentrasi)
di salah satu ujung/tepi molekul, sedang di tepi yang lain elektronnya
"kosong". Hal ini membuat molekul tersebut "tiba-tiba"
memiliki dipol, yang disebut dipol sesaat. Munculnya dipol ini akan menginduksi
dipol tetangga disebelahnya. Ketika elektron bergerak lagi, dipol ini akan
hilang kembal. Adanya dipol sesaat menyebabkan
molekul yang bersifat non-polar menjadi bersifat agak polar.
Dipol sesaat pada suatu atom dapat mengimbas atom
yang berada di sekitarnya sehingga terjadilah dipol terimbas yang menyebabkan
gaya tarik-menarik antara dipol sesaat dengan dipol terimbas. Gaya ini yang
disebut sebagai Gaya London. Proses terjadinya gaya london yaitu
:
Perputaran elektron pada suatu molekul menyebabkan polarisasi rapatan
elektron dalam waktu yang singkat. Hal ini menyebabkan pusat muatan positif dan
negatif memisah sehingga molekul dikatakan memiliki dipol sesaat.
Dalam waktu yang singkat pula, dipol sesaat ini akan hilang dan timbul
kembali. Hal ini terjadi secara terus menerus. Apabila di dekatnya terdapat
molekul nonpolar sejenis atau berlainan jenis, maka molekul dipol sesaat akan
menginduksi (mengimbas) molekul tersebut sehingga terjadi dipol induksian.
Setelah kedua molekul tersebut membentuk dipol sesaat dan dipol induksian,
di antara keduanya akan terjadi gaya tarik elektrostatik yang disebut gaya
London.
Kekuatan
Gaya london bergantung pada berbagai faktor:
1. Kerumitan molekul : makin rumit suatu molekul (Mr makin
besar) maka gaya london akan meningkat
2. Ukuran Molekul : makin besar ukuran molekul, gaya
london juga makin kuat. Hal ini dikarenakan molekul besar lebih mudah “terpolarisasi”.
Sehingga dipol sesaat lebih mudah terjadi.
Pada
waktu terjadi polarisasi, elektron-elektron dan inti atom dalam suatu molekul
mengalami perpindahan dari posisi rata-ratanya. Mudah tidaknya dipol sesaat
atau dipol indiksian terbentuk pada suatu molekul tergantung kepada kemudahan
awan elektron untuk mengalami polarisasi, kemudahan awan elektron suatu molekul
untuk dipolarisasi dinyatakan dengan polaribilitas dengan simbol α dan satuan
m³. Dalam hal ini semakin mudah awan elektron suatu molekul dipolarisasi, maka polaribilitas
molekul tersebut semakin tinggi pila. polaribilitas suatu molekul tergantung
pada jumlah dan bentuk awan elektron. Untuk molekul-molekul dengan bentuk yang
sama , bertambahnya jumlah elektron menyebabkan pengaruh inti atom terhadap
awan elektron semakin lemah awan elektron semakin lunak sehingga semakin mudah
dipolarisasi dan polaribilitasnya semakin tinggi seperti ditunjukan tabel
berikut :
DAFTAR PUSTAKA
Terima kasih atas ilmu yang diberikan sangat bermanfaat sekali bagi saya, kalau bisa mohon untuk lebih ditambahkan lagi ya :)
BalasHapusterima kasih kembali telah mengunjungi blog saya dan saran yang diberikan. jangan bosan mengunjungi blog saya :)
Hapusterima kasih atas materinya. bagaimana pengaruh molekul relatif dari suatu senyawa terhadap polaribilitas?
BalasHapusterimah kassih atass pertanyannya. pertanyaan yang baik sekali. apabila molekul relatiif senyawa tinggi maka polaribilitasnya akan besar juga dan biasanya terjadi dengan suhu yang tinggi pula.
Hapusmohon dapat menjelaskan lebih lanjut mengenai hubungan antara polaribilitas dengan gaya london? terima kasih
BalasHapusterima kasih atas telah mengunjungi blog saya. hubungan antara polaribilitas dan gaya london adalah polaribilitas dapat terjadi pada pembentukan gaya london. dimana, Perputaran elektron pada suatu molekul menyebabkan polarisasi rapatan elektron dalam waktu yang singkat. Hal ini menyebabkan pusat muatan positif dan negatif memisah sehingga molekul dikatakan memiliki dipol sesaat. dipol sesaat suatu atom dapat mempengaruhi atom lainnya sehingga terjadi gaya tarik menarik. gaya inila yang disebut gaya london. semoga dapat membantu :)
Hapusterima kasih atas postingannya, sangat bermanfaat.
BalasHapusterima kasih kembali telah mengunjungi blog saya. semoga dapat membantu:)
HapusTerima kasih materinya sangat bermanfaat :)
BalasHapusterima kassih kembali. jangan bosan mengunjungi blog saya :)
Hapus