Gugus fungsi
mengacu pada atom tertentu yang terikat dalam susunan tertentu yang memberikan
sifat fisik dan kimia tertentu senyawa. Gugus fungsi adalah Sekelompok atom
yang bertanggung jawab untuk reaksi karakteristik senyawa. Dalam kimia organik,
gugus fungsi adalah kelompok tertentu atom atau ikatan dalam senyawa yang
bertanggung jawab untuk karakteristik reaksi kimia senyawa itu. Gugus fungsi
yang sama akan berperilaku dengan cara yang sama (misalnya, mengalami reaksi
yang sama) terlepas dari senyawa yang menjadi bagiannya. Gugus fungsi juga
memainkan peranan penting dalam nomenklatur senyawa organik; menggabungkan
nama-nama kelompok fungsional dengan nama-nama alkana induk menyediakan cara
untuk membedakan senyawa.
Atom-atom dari
gugus fungsional yang dihubungkan bersama dan dengan senyawa lainnya dengan
ikatan kovalen. Konsep mengenai gugus fungsi sangat penting dalam kimia
organik, karena berperan untuk menggolongkan struktur dan untuk memprediksi
karakteristiknya. Gugus fungsi dapat berpengaruh pada sifat fisik dan kimia
suatu senyawa organik. Molekul-molekul dikelompokkan berdasarkan basis gugus
fungsinya.
Senyawa dengan
gugus fungsi yang sama cenderung memiliki sifat atau mengalami reaksi yang
sama. Karena kesamaan dalam kereaktifan di antara senyawa dengan gugus
fungsi yang sama, maka sering lebih mudah untuk menggunakan rumus umum untuk
deret senyawa tersebut. Biasanya digunakan R untuk menyatakan gugus
alkil.
Senyawa yang dapat dianggap berasal dari senyawa
alkana dengan satu atau lebih atom hidrogennya diganti oleh gugus fungsi
tertentu disebut senyawa turunan alkana. Seperti dijelaskan pada “gugus
fungsi”, turunan alkana punya 7 buah turunan dengan gugus fungsi berbeda. Di
bawah ini adalah data lebih lengkap mengenai turunan alkana disertai gugus
fungsi dan contohnya:
Sifat gugus fungsi
tergantung dari jenis gugus fungsinya. Gugus karboksilat mampu melepas proton,
maka reaktif terhadap reaksi penggaraman. Gugus aldehid mempunyai sifat
mereduksi (dapat dioksidasi) seperti juga gugus keton. Gugus alkohol
bersifat asam lemah karena merupakan derivat dari H2O. Ikatan
phi (pada senyawa alkena dan alkuna) mudah diadisi sehingga menjadi senyawa
jenuh. Gugus amina mempunyai sifat sebagai nukleofil seperti juga gugus
eter yang mempunyai pasangan elektron bebas. Gugus-gugus substituen
halogen mudah disubstitusi oleh gugus lain yang sifat nukleofilnya lebih besar.
Alkohol mempunyai titik cair dan titik didih yang relatif tinggi. Pada suhu
kamar, alkohol suku rendah berbentuk cairan yang bersifat mobil, suku sedang
berupa cairan kental, sedangkan suku tinggi berbentuk padatan.
Sifat kimia pada alkohol berdasarkan gugus OH merupakan gugus yag cukup
reaktif sehingga alkohol mudah terlibat dalam berbagai jenis reaksi. Reaksi
dengan logam aktif misalnya logam natrium dan kalium membentuk alkoksida dan
gas hidrogen. Alkohol sederhana mudah terbakar membentuk gas karbon dioksida
dan uap air. Jika alkohol dipanaskan bersama asam sulfat pekat akan mengalami dehidrasi
(melepas molekul air) membentuk eter atau alkena.
Eter mudah menguap, lebih
mudah menguap daripada alkohol. Titik cair dan titik
didih eter jauh lebih rendah daripada alkohol. Demikian juga dalam hal
kelarutan, eter lebih besar sukar larut dalam air daripada alkohol. Pada
umumnya eter tidak bercampur dengan air. Pada suhu kamar, kelarutan etil eter
dalam air hanya 1,5 %. Hal ini terjadi karena molekul eter kurang polar. Pengisapan uap eter yang terus-menerus dapat menyebabkan pingsan. Oleh
karena itu, eter digunakan untuk pembiusan. Eter banyak
digunakan sebagai pelarut dan pengekstraksi.
DAFTAR PUSTAKA
Terima kasih atas materinya, sangat membantu. ditunggu pos selanjutnya.
BalasHapusterima kasih atas kunjungannya dan jangan bosan mengunjungi blog saya :)
Hapusmohon maaf saya ingin bertanya, mengapa alkohol sukar di substitusi dengan gugus fungsi yg lain ?
BalasHapuspertanyaan yang baik sekali. alkohol sukar disustitusi oleh gugus lain dikarenakan Alkohol adalah senyawa polar yang mengalami polarisasi pada ikatan O-H nya yang terpolarisasi oleh tingginya elektronegativitas atom oksigen. Oleh karena O memiliki keelektronegatifan yang tinggi maka dianggap parsial negatif dan H memiliki keelektronegatifan yang rendah maka dianggap parsial positif. Untuk memutuskan ikatan –OH terhadap alkil nya dibutuhkan pereaksi yang kereaktifan nya lebih tinggi daripada atom O. Sehingga ketika mengalami pemutusan gugus fungsi –OH, nukleofil alkil tersebut langsung segera diisi dengan elektrofil gugus fungsi lain yang lebih reaktif dari pada gugus fungsi –OH
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusbagaimana pengaruh gugus fungsi terhadap senyawa aromatis?
BalasHapusterima kasih atas telah mengunjungi blog saya. pertanyaannya sangat baik sekali. pengaruh gugus fungsi pada senyawa aromatis yaitu untuk mendeaktivasi, aktivasi dan juga mempengaruhi keasaman suatu senyawa aromatis tersebut. semoga dapat membantu :)
Hapuspemaparan tentang materi gugus fungsi sangat baik sekali. namun, jika boleh saran sebaiknya dilengkapi dengan gambar yang berhubungan dengan materi sehingga tidak terlalu membosankan. terima kasih :)
BalasHapusterima kassih atas sarannya dan jangan bosan untuk mengunjungi blog saya.
Hapusmaterinya sangat bermanfaat. di tunggu postingan selanjutnya.
BalasHapusterima kasih kembali dan jangan bosan mengunjungi blog saya
Hapus